Gorengan memang dikenal sebagai camilan yang nikmat saat mengobrol atau menonton televisi. Kita terkadang membuat atau membeli gorengan tersebut lebih banyak, sehingga tidak habis atau masih tersisa. Nah, gorengan yang tidak habis tersebut apakah boleh di goreng kembali dan dikonsumsi? Berikut ulasannya.

Pakar kesehatan Prof. Hardinsyah yang merupakan Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia menyebutkan bahwa gorengan yang diolah kembali akan terasa lebih hangat dan tentunya lebih renyah. Ia menyebutkan tidak masalah jika kita mengonsumsi gorengan yang diolah kembali. Namun, pastikan untuk menggorengnya seperlunya saja.

Selain itu, Prof. Hardinsyah juga lebih merekomendasikan untuk memanaskan kembali gorengan tersebut di microwave. Jika tidak memiliki peralatan tersebut, maka menggorengnya kembali di dalam minyak juga tidak apa-apa, asal tidak terlalu lama dan pastikan minyak yang dipakai masih baru.

Jika membeli gorengan, pastikan untuk mengecek kehigienisan atau kebersihan penjualnya, karena masih banyak penjual gorengan yang cenderung tidak memperhatikan kebersihan tempat membuat, memasak, dan menyajikan gorengan. Posisi penjual gorengan yang terlalu dekat dengan jalan raya yang penuh dengan emisi gas buang kendaraan, debu, dan kotoran lainnya juga bisa membuat gorengan yang dibeli tidak benar-benar dalam kondisi yang higienis. Selain itu, sebagian penjual gorengan juga ada yang memasak gorengan di minyak yang sama hingga berulang-ulang kali hingga minyaknya berwarna kecokelatan hingga menghitam. Padahal, gorengan yang dimasak di dalam minyak yang telah dipakai berulang-ulang akan memiliki kandungan karsinogen atau memicu kanker.

Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk membuat gorengan sendiri, karena jauh lebih aman dan sehat. Namun, pastikan juga untuk tidak sering atau terlalu banyak mengonsumsinya, mengingat tingginya kadar lemak jenuh pada makanan tersebut.