Salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi saat berpuasa adalah asam lambung. Asam lambung ini membuat orang yang sedang berpuasa menjadi tidak nyaman, bahkan dapat menimbulkan banyak komplikasi. Bahkan, Asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan masalah pencernaan yang paling umum terjadi di dunia dan diderita lebih dari 10-20% populasi orang dewasa.

Tidur setelah sahur dapat menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah pada saluran pencernaan atas. Selain itu, ada kebiasaan buruk lain yang juga sering dilakukan pada saat Ramadhan, yaitu makan berlebihan pada saat berbuka yang diikuti dengan merokok.

Oleh karena itu, saat berbuka puasa sebaiknya makan dengan prosi sedang, misalnya dimulai dengan makanan ringan dalam porsi kecil, lalu melanjutkan makanan utama setelah salat magrib, namun tetap dengan jumlah yang tidak berlebihan. Kemudian membiasakan diri untuk berhenti makan dua jam sebelum tidur agar pencernaan bisa bekerja optimal.

Gejala GERD sendiri timbul dari rasa panas di dada seperti terbakar dan ada sesuatu yang mengganjal atau disebut dengan heartbum. Heartbum yang berhubungan dengan GERD biasanya akan dialami setelah makan. Beberapa gejala lainnya adalah suara serak, radang tenggorokan, dan batuk kering kronis.

Tetapi, bagi Anda yang mengalami GERD tidak perlu khawatir. Penanganan GERD pada prinsipnya adalah menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. Hal ini dapat dilakukan melalui intervensi non-medis atau perubahan gaya hidup. Pasien GERD disarankan untuk tidak mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, dan lebih meningkatkan konsumsi buah serta sayuran.