Ketika puasa, frekuensi makan sebenarnya berkurang, biasa 3 kali sehari berkurang menjadi 2 kali sehari, yaitu sahur dan berbuka. Jika dilihat dari frekuensi makan saat puasa ini, seharusnya terjadi penurunan berat badan, namun nyatanya tidak demikian. Banyak orang yang berat badannya justru naik atau bertambah gemuk saat puasa. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh pola makan yang salah saat puasa.

Anda tentu tidak mau jika tubuh Anda bertambah gemuk setelah puasa nanti. Agar berat badan Anda tidak melonjak naik selama puasa, Anda perlu memperhatikan beberapa tips berikut ini:

1. Perbanyak minum air putih

Ketika puasa, kita tetap perlu menjaga kecukupan air bagi tubuh. Caranya adalah dengan banyak minum air putih (setidaknya 8 gelas per hari) saat sahur dan berbuka. Selain agar tubuh tetap terhidrasi, hal tersebut juga berguna untuk mencegah makan dalam jumlah berlebih atau kebanyakan saat berbuka puasa.

Kenaikan berat badan saat puasa bisa disebabkan karena tubuh terlalu banyak menyantap makanan yang tinggi kalori, seperti makanan yang manis-manis, bersantan, bersoda, dan lain sebagainya. Makanan tersebut biasanya tanpa sadar disantap dalam porsi yang cukup banyak saat buka puasa. Selain itu, saat puasa biasanya aktivitas fisik yang dilakukan jauh lebih sedikit (menurun). Apabila Jumlah kalori yang masuk ke tubuh jauh lebih banyak daripada kalori yang terpakai, maka akan terjadi penimbunan lemak dalam tubuh yang membuat berat badan naik dan tubuh bertambah gemuk.

2. Tidak makan berlebihan saat buka puasa

Agar badan tidak gemuk saat puasa, Anda dapat mengatur makanan yang akan Anda konsumsi, terutama ketika berbuka. Jangan makan kebanyakan atau berlebihan, karena bisa berdampak buruk, salah satunya adalah dapat meningkatkan berat badan. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsilah makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa, misalnya diawali dengan segelas air putih, selanjutnya makan beberapa buah kurma, dan ditambah 1 buah lain, seperti timun suri, semangka, atau melon. Kemudian setelah sholat magrib, Anda dapat menyantap aneka menu makanan berat yang telah disediakan, namun sebaiknya jangan kekenyangan.

3. Jangan mengonsumsi makanan berat ketika mendekati waktu tidur

Agar berat badan tidak cepat naik saat puasa, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur malam. Hal tersebut karena makanan yang telah dikonsumsi dapat menumpuk menjadi lemak. Idealnya, berilah jarak waktu kurang lebih 2-3 jam sebelum tidur.

4. Jangan melewatkan sahur

Hindari kebiasaan melewatkan sahur dengan tujuan agar badan tidak tambah gemuk saat puasa, namun hal tersebut sangat tidak tepat. Melewatkan atau tidak makan sahur justru dapat membuat Anda makan terlalu banyak saat berbuka, dimana hal ini tentunya akan berpeluang lebih besar untuk meningkatkan berat badan Anda. Oleh karena itu, sebaiknya tetaplah makan sahur dengan porsi yang cukup sebagai bekal Anda dalam menjalankan ibadah puasa seharian.

5. Tetap berolahraga

Olahraga tetap perlu dilakukan meskipun di bulan puasa, karena dengan berolahraga tubuh akan terasa lebih fit, segar, dan tidak mudah sakit. Selain itu, berolahraga saat puasa juga dapat membantu mencegah terjadinya kenaikan berat badan berlebih selama puasa. Namun, Anda tidak dapat berolahraga sembarangan, misalnya pada siang hari saat cuaca sedang terik, dan jangan berolahraga terlalu keras, karena dapat menimbulkan kelelahan dan membuat tubuh menjadi lemas.

Olahraga saat bulan puasa sebaiknya dilakukan setelah waktu berbuka, dan hindari kebiasaan berolahraga sebelum waktu berbuka. Menjelang waktu berbuka, gula darah di dalam tubuh sangat rendah, sehingga bila melakukan aktivitas fisik yang cukup tinggi (seperti olahraga) menjelang waktu berbuka, maka setelahnya tubuh akan merasa sangat kelelahan dan kelaparan. Hal tersebut akan membuat Anda makan dalam jumlah atau porsi yang sangat banyak saat berbuka. Akibatnya, terjadinya penimbunan lemak di tubuh dan membuat tubuh jadi bertambah gemuk saat puasa.