Sebagian besar orang mungkin pernah mendengar bahwa telapak tangan yang berkeringat tanda-tanda penyakit jantung. Apakah hal tersebut benar, atau hanya sekadar mitos? Simak ulasannya di bawah ini.

Keringat berlebihan pada bagian tertentu di tubuh tanpa alasan yang jelas dapat disebut hiperhidrosis primer. Seseorang yang mengalami hiperhidrosis bisa bercucuran keringat secara berlebihan meski sedang tidak kepanasan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika kelenjar keringat ekrin aktif, yaitu kelenjar keringat yang berjumlah paling banyak di dalam tubuh. Sebagian besar ekrin ini berada di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak. Kelenjar keringat ekrin dapat aktif sebagai akibat adanya aktivasi oleh saraf. Penyebab pastinya belum diketahui, namun ada kemungkinan dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Selain karena aktivitas saraf, tangan yang berkeringat juga bisa disebabkan oleh faktor psikis. Kondisi ini membuat sistem saraf akan bekerja secara berlebihan, salah satunya ditandai dengan keringat berlebih pada telapak tangan. Tangan berkeringat ini juga bisa disebabkan karena tubuh seseorang memiliki kelebihan hormon tiroid dalam darah atau disebut dengan hipertiroid.

Selain hipertiroid, telapak tangan dan kaki yang sering dibasahi oleh keringat juga menandakan seseorang tengah mengalami pembakaran berlebih pada sel-sel tubuh.

Hipertiroid sering dihubungkan dengan penyakit jantung, karena keduanya sama-sama membuat detak jantung berderap lebih cepat. Oleh karena itu, keringat yang berlebih pada telapak tangan sebenarnya disebabkan oleh hipertiroid, bukan jantung lemah. Penyakit lemah jantung memiliki tanda-tanda lain, yaitu sesak napas, mudah lelah, detak jantung tidak teratur, nafsu makan menurun, dan gangguan memori.

Akan tetapi, jika Anda memiliki gejala-gejala lain yang mengarah pada sakit jantung, tidak ada salahnya untuk konsultasi atau melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai bisnis klinik beserta beberapa tips lainnya dengan download Gratis E-Book Di sini!