Kasus virus monkeypox yang langka kini dilaporkan terjadi di Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengidentifikasi kasus cacar monyet pertama kali di negara tersebut. Berdasarkan hasil tes, seorang pria dinyatakan positif terinfeksi virus monkeypox. Pria ini berasal dari Nigeria, yang sekarang sudah dalam masa karantina di National Centre for Infectious Diseases (NCID) MOH (Ministry of Health).

Dikutip dari situs kesehatan WHO, cacar monyet tersebut bersifat endemik di Afrika Barat dan Tengah. Kasus ini biasanya ditemukan di desa dekat hutan hujan tropis yang memungkinkan kontak dengan hewan. Virus monkeypox ditemukan pertama kali pada monyet di tahun 1958. Namun selain monyet, virus monkeypox juga bisa dibawa oleh tupai dan berbagai hewan dari keluarga tikus. Virus dapat menular melalui kontak dari hewan ke manusia, sedangkan infeksi dari manusia ke manusia saat ini belum ditemukan kasusnya.

Gejala cacar monyet meliputi demam, pusing, bengkak di kelenjar getah bening, sakit punggung, otot, dan tidak berenergi. Kemudian muncul bintik merah di wajah yang menyebar ke seluruh badan. Luka berasal dari bintik berisi air yang pecah dan meninggalkan bekas dengan permukaan yang datar. Gejala tersebut biasanya berlangsung 14-21 hari.

Menurut WHO, tidak ada perlakuan khusus untuk menghadapi cacar monyet. Namun penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, seiring penguatan daya tahan tubuh pasien. Penyembuhan umumnya memerlukan waktu 2-4 minggu. Peluang sembuh akan semakin besar jika pasien sebelumnya tidak mempunyai riwayat sakit atau masalah sistem imun.

Komplikasi yang berat hingga kematian dapat terjadi pada pasien cacar monyet yang memang mengalami kondisi penyulit seperti gizi buruk. Pengobatan yang dilakukan umumnya bertujuan untuk mengurangi gejala seperti demam, pusing, dan nyeri otot. Sejauh ini belum ada vaksin yang secara spesifik dapat mencegah infeksi cacar monyet. Namun, vaksin terhadap cacar (smallpox) efektivitasnya mencapai 85% untuk mencegah cacar monyet tersebut.

Langkah pencegahan cacar monyet yang paling efektif adalah mengurangi kontak antara hewan dan manusia. Usahakan untuk tidak memelihara hewan yang dapat terinfeksi cacar monyet, seperti hewan-hewan primata. Meskipun Anda melakukan kontak dengan hewan, maka segera cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kemudian, jangan lupa melaporkan kepada petugas kesehatan bila Anda menemukan hewan yang menunjukkan gejala, seperti mata berair dan ada luka terbuka di kulit.