Alergi kacang adalah reaksi tubuh yang salah terhadap makanan berbahan dasar kacang. Kondisi ini menyebabkan sistem pertahanan tubuh bereaksi untuk melawan alergen tersebut dan terkadang pada kasus tertentu dapat menyebabkan syok anafilaksis, di mana terjadi penurunan tekanan darah secara drastis dan menyempitnya saluran napas, sehingga akan menghambat pernapasan. Alergi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun sebagian besar penderitanya adalah anak-anak.

Gejala dan tanda

Biasanya gejala alergi kacang akan mulai terlihat dalam hitungan detik hingga beberapa jam setelah mengonsumsi atau menyentuh kacang. Gejala yang muncul adalah gatal-gatal, ruam, hingga pembengkakan pada kulit, pembengkakan di wajah, mulut dan tenggorokan terasa gatal atau tidak nyaman, pilek, susah napas, mual, muntah, diare, dan kram perut.

Selain itu, gejala serius lainnya yang bisa dialami adalah saluran pernapasan membengkak dan menyempit, pembengkakan juga terjadi pada bibir, lidah, dan bagian tubuh lainnya, penurunan tekanan darah secara drastis, syok, jantung berdenyut cepat, pusing, dan hilang kesadaran.

Jika mengalami gejala alergi kacang, baik gejala ringan atau parah, maka segeralah menemui dan konsultasikan pada dokter agar dapat segera ditangani dan menghindarkan terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Penyebab

Alergi ini dapat terjadi karena sistem pertahanan tubuh salah mengartikan alergen sebagai zat yang berbahaya, sehingga tubuh akan menghasilkan histamin ke dalam darah. Histamin ini dapat menyebar dan mempengaruhi berbagai jaringan tubuh seperti kulit, mata, saluran pernapasan, hidung, paru-paru, usus hingga pembuluh darah.

Setiap orang yang mengalami alergi ini memiliki sensitivitas yang berbeda-beda, di beberapa kasus dengan menghirup aroma kacang atau menyentuh kacang secara langsung bisa langsung menimbulkan alergi, tidak hanya karena mengonsumsi makanan berbahan dasar kacang saja.

Orang yang berisiko lebih tinggi terserang alergi kacang ini adalah:

  • Anak-anak berusia 14 bulan sampai 2 tahun dan berlanjut hingga dewasa.
  • Orang dewasa yang pernah terserang alergi kacang atau alergi makanan lainnya saat masih anak-anak.
  • Orang dengan riwayat keluarga alergi kacang atau alergi makanan lainnya.
  • Orang dengan kondisi dermatitis atopik atau memiliki sensitivitas yang berlebihan pada kulit.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan dokter dengan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai makanan yang dikonsumsi, durasi dan frekuensi gejala yang muncul, hingga riwayat alergi Anda serta keluarga.

Bila penyebab alergi belum diketahui jelas, maka dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan metode eliminasi makanan. Tes ini harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dari dokter. Selain itu, dokter juga akan menyarankan beberapa tes alergi lainnya seperti tes darah, tes kulit, dan tes makanan.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan belum ada yang bisa menyembuhkan alergi ini sepenuhnya, namun masih bisa diatasi untuk meredakan gejalanya. Alergi ini dapat diatasi dengan menghindari makanan dan minuman yang mengandung protein kacang. Obat-obatan seperti obat antihistamin dan obat Epinefrin (adrenalin) juga dapat digunakan sebagai pendukung pengobatan.

Penderita alergi kacang disarankan untuk membawa obat setiap saat karena alergi ini bisa menyerang penderita kapanpun. Pastikan obat dalam keadaan baik dan tidak kadaluwarsa agar efek obat bisa maksimal. Namun jika kondisi memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau pelayanan kesehatan terdekat.

Pencegahan

Pencegahan alergi kacang dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Pastikan makanan atau minuman bebas dari penggunaan protein kacang dengan memeriksa komposisi pada kemasan.
  • Jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak diketahui kandungannya.
  • Menanyakan terlebih dahulu bahan makanan yang digunakan saat membeli makanan atau minuman di luar.
  • Memberitahukan kepada keluarga atau teman terdekat mengenai alergi Anda. Hal ini agar Anda terhindar dari makanan atau minuman dengan kandungan tersebut.
  • Disarankan mencari tahu makanan atau minuman yang secara tidak langsung mengandung kacang seperti kue, biskuit, cokelat, es krim, sereal, dan lain-lain.