Autisme adalah suatu gangguan perkembangan pada anak dan akan berlangsung hingga seumur hidup. Autisme tersebut mempengaruhi perilaku, komunikasi, dan interaksi anak dengan orang lain. Biasanya anak yang mengalami autisme akan terpusat pada dirinya seperti memiliki dunia sendiri, serta sangat sensitif sehingga mudah terganggu bahkan tersakiti oleh suara, sentuhan, atau pandangan. Autisme tidak bisa disembuhkan, namun masih dapat ditangani dengan berbagai metode. Penanganan tersebut bertujuan agar penderita dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-harinya.

Tanda dan Gejala

Gejala autisme bermacam-macam mulai dari yang ringan hingga berat. Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala dari autisme:

  • Lebih suka menyendiri;
  • Tidak merespon saat dipanggil;
  • Tidak aktif;
  • Tidak suka dipeluk;
  • Pandangan tidak lurus ke objek;
  • Tidak memperdulikan orang yang mengajak berbicara;
  • Memiliki kebiasaan yang harus selalu dilakukan;
  • Kesulitan beradaptasi;
  • Kurang bisa berimajinasi;
  • Lambat bicara;
  • Sangat sensitif pada suara, bau, sentuhan, ataupun rasa.

Segera konsultasikan pada dokter jika mengalami kekhawatiran terhadap gejala tertentu.

Penyebab

Penyebab pasti autisme belum diketahui, namun besar dugaan bahwa autisme dapat disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Autisme merupakan hasil dari gangguan pertumbuhan otak normal di awal. Gangguan ini dapat merupakan hasil defek gen pengontrol perkembangan otak dan pengaturan sel otak. Faktor lingkungan juga ikut berperan dalam fungsi dan perkembangan gen, namun faktor lingkungan tersebut belum diketahui secara spesifik.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko mengalami autisme yaitu lahir prematur, jenis kelamin, riwayat keluarga, usia orang tua, serta adanya penyakit lain.

Diagnosis

Diagnosis autisme dapat dilakukan melalui 2 langkah proses, yaitu yang pertama melibatkan skrining perkembangan umum selama anak periksa dengan dokter anak. Apabila anak menunjukan beberapa masalah perkembangan maka akan dirujuk untuk evaluasi tambahan. Selanjutnya, langkah kedua yaitu melibatkan evaluasi dari tim dokter dan dokter spesialis lain. Anak dapat didiagnosis menderita autisme atau gangguan perkembangan lain pada tahap ini.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan belum ada yang bisa menyembuhkan autisme, namun perkembangan anak masih dapat diperbaiki dengan terapi intervensi dini. Terapi intervensi yang bisa dilakukan adalah:

  • Terapi bicara dan bahasa. Terapi ini berguna untuk memperbaiki perkembangan komunikasi pada anak autisme.
  • Terapi okupasional. Terapi ini dapat membantu perkembangan anak dan meningkatkan kemampuan untuk hidup dan beraktivitas normal.
  • Terapi fisik. Terapi ini dapat meningkatkan perkembangan fisik dengan metode pijat dan latihan.

Selain itu, gaya hidup dan pengobatan di rumah juga dapat membantu dalam menangani autisme, seperti:

  • Lakukan rutinitas teratur di rumah.
  • Selalu melibatkan anak Anda dalam program terapi yang diadakan tim dokter dan konselor.
  • Mencari pelayanan dukungan untuk orang tua atau anak autisme.
  • Mengikuti instruksi dokter setelah terapi.