Campak merupakan penyakit menular yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus. Virus campak berada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat penderita bersin dan batuk, sehingga orang yang menghirup percikan tersebut dapat tertular penyakit ini. Selain itu, campak juga dapat ditularkan melalui sentuhan benda yang sudah terkena percikan virus, di mana setelah menyentuh Anda menempelkan tangan ke hidung atau mulut. Semua orang bisa terinfeksi virus ini, namun lebih sering menimpa balita.

Gejala

Setelah virus masuk ke dalam tubuh sekitar satu hingga dua minggu, gejalanya baru akan muncul. Gejala tersebut di antaranya adalah mata merah, mata lebih sensitif terhadap cahaya, demam, hidung beringus atau hidung tersumbat, serta pada mulut dan tenggorokan akan timbul bercak putih ke abu-abuan. Beberapa hari kemudian setelah itu, akan timbul bercak atau ruam merah kecokelatan. Bercak ini muncul dimulai dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher, hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

Sebaiknya segera hubungi dokter atau pelayanan kesehatan terdekat apabila mencurigai tanda dan gejala campak.

Pengobatan

Infeksi virus ini secara alami akan dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, jika terjadi komplikasi atau infeksi yang parah, maka kemungkinan perawatan di rumah sakit sangat diperlukan.

Beberapa hal berikut ini bisa membantu Anda mempercepat pemulihan, yaitu:

  • Minum banyak air agar tidak terjadi dehidrasi.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari sinar matahari selama mata sensitif cahaya.
  • Minum obat penurun panas dan pereda sakit (aspirin tidak boleh diberikan pada anak berusia kurang dari 16 tahun).

Komplikasi

Komplikasi dari campak bisa sangat berbahaya seperti radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia), dan infeksi otak (ensefalitis).

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, dan campak Jerman). Vaksinasi MMR diberikan ketika anak berusia 13 bulan, lalu diberikan lagi ketika berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.