Dislokasi adalah kondisi di mana tulang bergeser dan keluar dari posisi normal. Seluruh sendi pada tubuh dapat mengalami dislokasi, termasuk juga sendi bahu, jari, lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. Dislokasi ini dapat dihindari dengan mengurangi faktor-faktor risikonya.

Gejala

Beberapa gejala dislokasi, di antaranya:

  • Pembengkakan sendi dan memar;
  • Bagian sendi yang terkena berwarna merah atau kehitaman;
  • Bentuk sendi menjadi tidak normal;
  • Terasa sakit saat bergerak.
  • Mati rasa pada area sendi.

Penyebab

Dislokasi bisa terjadi akibat cedera. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  • Olahraga;
  • Kecelakaan saat berkendara;
  • Anak-anak;
  • Orang lanjut usia;
  • Keturunan.

Diagnosis

Langkah awal untuk mendiagnosis dislokasi yaitu dokter akan memeriksa area sendi yang dicurigai mengalami dislokasi, serta memeriksa sirkulasi darah di sekitar area dislokasi. Kemudian, dokter akan melakukan FOTO Rontgen dan MRI untuk memastikan diagnosis

Komplikasi

Dislokasi yang tidak segera diobati bisa bertambah parah dan bisa menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi.
  • Sobek otot, ligamen, dan jaringan penghubung otot dengan tulang (tendon) pada sendi yang cedera.
  • Peradangan pada sendi yang cedera.
  • Meningkatkan risiko cedera kembali pada sendi yang mengalami dislokasi.

Pengobatan

Pengobatan dislokasi akan disesuaikan dengan area dan tingkat keparahannya. Beberapa bentuk pengobatan yang mungkin dilakukan, antara lain:

  • Reduksi (tindakan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula).
  • Imobilisasi(menghambat gerak sendi dengan menggunakan penyangga sendi).
  • Operasi.
  • Rehabilitasi.

Selain melalui pengobatan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sendiri untuk membantu proses penyembuhan. Beberapa langkah tersebut, antara lain:

  • Mengistirahatkan sendi yang mengalami dislokasi.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri jika diperlukan, seperti ibuprofen.
  • Mengompres sendi dengan menggunakan air hangat dan es.
  • Melatih sendi yang cedera.

Pencegahan

Pencegahan terhadap terjadinya cedera yang dapat mengakibatkan dislokasi, antara lain:

  • Berhati-hati dan waspada ketika melakukan aktivitas.
  • Berpegangan pada sisi tangga setiap naik atau turun.
  • Memindahkan kabel listrik di lantai ke lokasi yang aman agar tidak tersandung kabel.
  • Penggunaan perlengkapan pelindung ketika berolahraga.
  • Hindari berdiri di atas tempat-tempat yang tidak stabil.
  • Menutupi lantai dengan karpet yang tidak licin.
  • Melakukan latihan kebugaran secara rutin.
  • Memeriksakan kesehatan mata secara teratur dan memastikan rumah dengan pencahayaan yang cukup.

Sedangkan pada anak-anak, risiko cedera dan dislokasi dapat ditekan melalui:

  • Pastikan rumah aman bagi anak.
  • Perhatikan dan awasi anak saat bermain.
  • Mengajari anak mengenai perilaku aman ketika bermain atau beraktivitas.
  • Memasang pintu pengaman di tangga untuk mencegah anak terjatuh.