Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (sindrom pernapasan Timur Tengah, MERS, atau MERS-CoV) adalah infeksi virus coronavirus pada paru-paru. MERS merupakan kondisi yang mematikan, namun ilmuwan mengatakan bahwa tidak perlu panik. Infeksi ini tidak dapat menyebar tanpa adanya kontak langsung dengan sumber. MERS dapat memengaruhi pasien dalam segala usia, dan bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko.

Tanda dan Gejala

Orang yang terinfeksi virus ini terkadang tidak memiliki gejala. Namun, setelah periode inkubasi selama kurang lebih 5 hari, pasien akan mulai batuk dan demam yang dapat berkembang menjadi gagal nafas dalam seminggu. Gejala umum MERS coronavirus mirip dengan gejala infeksi virus normal, seperti:

  • Batuk;
  • Demam;
  • Napas pendek;
  • Mual;
  • Muntah;
  • Diare;
  • Pegal;
  • Menggigil;
  • Nyeri dada;
  • Infeksi paru-paru.

MERS terkadang juga mungkin menyebabkan luka pada organ tubuh, misalnya ginjal. Jika Anda merasa cemas dan khawatir tentang gejala tersebut, maka segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab

MERS coronavirus disebabkan oleh infeksi virus bernama MERS-CoV, serupa dengan SARS (severe acute respiratory syndrome/sindrom pernapasan akut parah), MERS ini tidak memiliki vaksin. Penyebaran virus dari hewan ke manusia atau dari manusia ke manusia lain melalui kontak langsung. Berbeda dari flu atau pilek, virus ini tidak menyebar dengan mudah. MERS-CoV biasanya akan menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang yang tinggal dengan atau merawat orang yang terinfeksi.

Ada banyak faktor risiko MERS coronavirus, di antaranya yaitu:

  • Orang dewasa yang lebih tua;
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh melemah atau mengidap penyakit kronis, misalnya diabetes atau penyakit paru-paru;
  • Penerima transplantasi organ yang sedang minum obat imunosupresan;
  • Mengonsumsi produk hewan mentah, misalnya susu unta, daging, dan sebagainya.

Diagnosis dan Pengobatan

Dokter akan melakukan atau menggunakan tes reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk mengidentifikasi jejak virus DNA. Sampel bisa diambil dari saluran pernapasan atau dari darah Anda untuk menemukan antibodi untuk MERS-CoV.

Pengobatan MERS-CoV belum ada, pengobatan yang dilakukan kebanyakan bertujuan memberikan perawatan suportif yang agresif, mengendalikan gejala, dan mencegah terjadinya komplikasi. Dokter mungkin juga akan menasihati Anda dan perawat Anda cara menghindari penyebaran virus tersebut.

Gaya hidup dan pengobatan di bawah ini mungkin bisa membantu mengatasi MERS, serta mencegah penyebarannya:

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik.
  • Tutup mulut dan hidung dengan selembar tisu saat bersin atau batuk, kemudian buang tisu di tempat sampah secepatnya dan cuci tangan Anda.
  • Jangan menginfeksi benda yang Anda dan orang lain pakai, misalnya gagang pintu atau permukaan meja.
  • Hindari menyentuh bagian wajah, mulut, dan hidung dengan tangan yang belum dicuci.
  • Jangan berbagi gelas, peralatan atau benda lainnya dengan orang lain.
  • Jangan menjelajahi tempat yang dijangkiti wabah.