Kedelai merupakan bahan pokok dalam pembuatan berbagai jenis makanan, seperti tempe, tahu, kecap, tauco, susu kedelai, hingga dikemas sebagai camilan. Selain dikenal sebagai makanan yang cocok untuk diet, kedelai juga dipercaya dapat mencegah berbagai jenis kanker. Lalu, bagaimana bisa kedelai menurunkan risiko kanker tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Kanker menjadi salah satu penyakit penyebab kematian terbesar di Indonesia. Meskipun sudah banyak pengobatan kanker yang dikembangkan, tindakan pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Tindakan pencegahan tersebut dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, dan salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat bergizi, seperti kacang kedelai.

Banyak studi yang telah mengamati kandungan kedelai dalam menghambat perkembangan sel kanker seperti berikut ini.

1. Potensi kedelai dalam mencegah kanker payudara

Salah satu faktor risiko perkembangan kanker payudara adalah kadar estrogen yang tinggi. Sehingga untuk mencegahnya adalah dengan mengendalikan kadar hormon estrogen.

Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi kedelai dapat mencegah perkembangan kanker payudara. Kedelai diketahui memiliki sejumlah zat antikanker, yaitu isoflavon genistenin. Zat tersebut memang serupa dengan estrogen, tapi bersifat antiestrogen sehingga tidak akan menaikkan kadar estrogen. Selain itu, genistein juga bisa membantu dalam menekan pertumbuhan berbagai sel kanker.

Kemudian, penelitian pada tahun 2016 menunjukkan bahwa kedelai dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 30%. Namun, agar mendapatkan manfaat tersebut, kedelai harus dikonsumsi dalam jangka yang panjang, mulai dari anak-anak hingga usia remaja.

2. Potensi kedelai untuk mencegah kanker prostat

Tidak hanya kanker payudara, kedelai juga mampu melindungi dari kanker prostat. Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa kandungan isoflavon, seperti genistein dan daidzein pada kedelai, mampu menghambat perkembangan dan pertumbuhan kanker prostat pada pria.

Jaringan prostat diketahui memiliki konsentrasi estrogen yang cukup tinggi. Ketika mengonsumsi kedelai, genistein secara khusus akan mengikat dan menekan produksi estrogen. Kemampuan genistein pada kedelai inilah yang menjadi kunci dalam mencegah pertumbuhan sel kanker pada jaringan prostat. Kedelai yang difermentasi terbukti berpotensi lebih besar untuk membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.

3. Potensi kedelai untuk mencegah kanker kolorektal

Risiko kanker kolorektal akan meningkat pada seseorang yang sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori. Lemak pada makanan dapat meningkatkan sekresi asam empedu yang bisa merusak lapisan usus, sehingga bisa memicu perkembangan sel tidak normal.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kedelai secara rutin menunjukkan penurunan risiko kanker kolorektal sebesar 23%. Meski tidak diketahui secara pasti, peneliti yakin ini berkaitan dengan kandungan isoflavon pada kedelai yang telah sebelumnya diketahui dapat mencegah kanker payudara dan kanker prostat.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bagaimana kedelai mampu melindungi Anda dari penyakit kanker. Oleh karena itu, Anda perlu meningkatkan asupan kedelai setiap hari. Anda bisa menikmati makanan olahan dari kedelai untuk sarapan, makan siang, makan malam, bahkan saat ngemil. Jika Anda tidak sempat menyiapkan makanan dari kedelai, Anda bisa memilih snack praktis berbahan dasar kedelai yang sehat untuk menemani kesibukan Anda.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai bisnis klinik beserta beberapa tips lainnya dengan download Gratis E-Book Di sini!