Keracunan arsenik adalah kondisi yang terjadi akibat terpapar racun arsenik dalam kadar tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi pada individu yang berada di sekitar lingkungan industri yang menggunakan bahan baku arsenik.

Arsenik merupakan salah satu unsur kimia logam berat. Arsenik ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Arsenik organik. Arsenik ini terbuat dari kimia arsenik dengan senyawa organik, dan tidak berbahaya jika dalam jumlah kecil. Biasanya digunakan dalam pembuatan herbisida, insektisida dan berbagai senyawa lain.
  2. Arsenik anorganik. Arsenik ini sangat beracun jika terhirup, bisa ditemukan di industri dalam bentuk gas. Biasanya digunakan di industri pertanian atau pertambangan.

Kedua jenis arsenik ini terdapat di air, tanah, dan udara dalam jumlah kecil. Oleh karena itu, arsenik juga dapat terserap secara alami ke makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Gejala

Keracunan arsenik dapat menimbulkan gejala-gejala, seperti kram pada otot, mual, muntah, sakit perut, diare, perubahan warna kulit, muncul kutil atau luka, gangguan irama jantung, kesemutan pada jari tangan dan kaki, urine pekat, tanda-tanda dehidrasi, delirium, serta pusing berputar (vertigo).

Selain itu, paparan arsenik dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan dampak yang lebih parah, di antaranya:

  • Penurunan saraf sensorik dan saraf motorik;
  • Penurunan fungsi hati;
  • Penurunan fungsi ginjal;
  • Kematian.

Penyebab

Keracunan arsenik bisa terjadi ketika mengonsumsi air tanah yang terkontaminasi arsenik. Air tanah dapat menyerap arsenik secara alami, dan bisa juga tercemar limbah industri. Orang yang lebih rentan keracunan arsenik dalam dosis tinggi adalah orang yang tinggal atau bekerja di sekitar lingkungan industri yang menggunakan senyawa arsenik sebagai salah satu bahan bakunya. Selain itu, keracunan arsenik juga bisa terjadi melalui merokok, menghirup udara yang tercemar arsenik, serta makanan.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Sampel kuku, rambut, darah, dan air seni juga akan diambil oleh dokter. Biasanya pasien yang terpapar arsenik, aroma mulut dan urinenya akan berbau seperti bawang putih. Kadar arsenik dalam tubuh dikatakan meningkat jika melebihi 50 mikrogram per liter darah atau urine. Selain itu, pemeriksaan lain yang akan dilakukan adalah pemeriksaan jumlah sel darah, pemeriksaan elektrokardiografi, dan uji konduksi saraf.

Komplikasi

Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi jika terpapar arsenik dalam waktu lama, antara lain:

  • Diabetes;
  • Penyakit jantung;
  • Keracunan sistem saraf;
  • Kecacatan pada janin bagi wanita hamil;
  • Memicu kanker, seperti kanker paru-paru, kanker kulit, kanker ginjal, dan kanker kandung kemih.

Pengobatan

Penanganan terbaik pada orang yang mengalami keracunan arsenik adalah dengan menjauhkan diri dari paparan arsenik, karena belum ditemukan obat untuk mengatasi keracunan ini. Kondisi akan membaik tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya gejala yang dialami.

Proses cuci darah atau hemodialisis memang bisa membuang arsenik dalam darah, namun hanya efektif jika arsenik belum terikat pada jaringan. Sangat disarankan untuk konsultasi dengan dokter spesialis ginjal dan ahli toksikologi (racun). Pasien juga bisa menjalani terapi khelasi dengan obat-obatan succimer atau dimercaprol untuk mengikat zat arsenik dalam darah.