Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda, terutama makanan. Sebagian besar orang mungkin lebih menyukai daging ayam, daging sapi, atau sebagian lainnya menganggap rasa dari daging kambing lebih enak. Namun, jika dilihat dari sisi kandungannya, manakah yang lebih tinggi kolesterol antara daging kambing dan daging sapi?

Mengonsumsi makanan dengan bahan dasar daging memang sering kali dikaitkan dengan risiko naiknya kadar kolesterol dalam darah, terutama daging kambing. Banyak orang yang menganggap bahwa daging kambing mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Daging kambing ternyata memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang relatif lebih rendah. Bahkan, United States Department of Agriculture (USDA) menyatakan bahwa kandungan kolesterol, lemak total, protein, dan kandungan kalori daging kambing lebih rendah dibandingkan daging ayam, sapi, dan domba.

100 gram daging kambing memiliki sekitar 3,03 gram lemak, sedangkan daging sapi memiliki kandungan sekitar 7,72 gram. Selain itu, dalam ukuran yang sama, daging kambing memiliki kandungan kolesterol sekitar 75 miligram dan 80 miligram kolesterol yang terdapat pada daging sapi.

Selain lemak dan kolesterol, daging kambing ternyata juga mengandung zat besi yang lebih tinggi. Ada sekitar 3,73 gram kandungan zat besi pada daging kambing, sedangkan pada daging sapi, hanya ada 2,24 gram.

Daging kambing pemicu darah tinggi?

Daging kambing tidak hanya sering disalahkan sebagai pemicu kolesterol tinggi, namun juga disebut sebagai penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun ternyata hal tersebut bisa dikatakan mitos belaka.

Hal ini karena daging kambing cenderung lebih sehat dan kaya akan manfaat jika dikonsumsi dan diolah dengan cara yang benar. Agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit, hindari makan bagian selain daging. Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang diolah dari jeroan kambing.

Selain hanya mengonsumsi bagian dagingnya saja, tips sehat dalam mengonsumsi daging adalah dengan memperhatikan cara mengolahnya. Daging sapi maupun daging kambing sering diolah dengan cara digoreng, dijadikan sate, atau dimasak dengan santan kental menjadi gulai. Cara mengolah yang salah inilah yang kemudian membuat daging berisiko memicu terjadinya berbagai penyakit. Contohnya, saat membuat sate, biasanya daging akan disajikan bersama dengan saus kacang yang ternyata memiliki kalori cukup tinggi. Cara terbaik untuk mengolah daging adalah dengan dibakar dan dipanggang.

Selain itu, ada beberapa cara sehat dalam mengonsumsi dan mengolah daging tersebut. Salah satunya adalah dengan memilih bagian daging yang paling sedikit mengandung lemak, atau bisa memotong dan membuang semua lemak yang terlihat di permukaan daging.

Anda juga bisa menggunakan sari buah dalam membakar atau memanggang daging. Hal ini bertujuan untuk membuat daging lebih lunak dan meningkatkan cita rasa. Jika memang ingin menumis atau menggoreng daging, maka gunakanlah jenis minyak yang sehat dan rendah lemak tidak jenuh, seperti minyak zaitun.