Vaksin adalah suatu bentuk produk biologi yang diketahui berasal dari virus, bakteri atau dari kombinasi antara keduanya yang sudah dilemahkan, gunanya untuk dapat menghasilkan sistem kekebalan tubuh dari berbagai jenis penyakit. Pemberian vaksin dengue merupakan salah satu cara untuk mencegah demam berdarah. Selain mencegah, tahukah Anda manfaat lainnya dari vaksin tersebut? Apa kekurangannya?

Berikut ini adalah ulasan dari Artria mengenai manfaat dan efek samping vaksin DBD!!

Manfaat utama vaksin tersebut adalah untuk pencegahan. Namun, vaksin juga bisa sebagai tindakan pertahanan dan perlindungan terbaik terhadap demam berdarah.

Pengujian klinis perlu dilakukan untuk melihat keberhasilan dan keamanan vaksin dengue. Uji klinis telah dilakukan dalam beberapa fase, dari hasil uji klinis tersebut efektivitas dan keamanan vaksin sudah dapat dilihat, sehingga dapat menurunkan risiko perawatan di RS dan dapat mengurangi risiko menderita dengue yang berat jika diberikan pada anak di atas usia 9 tahun. Namun, untuk anak di bawah usia 9 tahun tidak disarankan pemberian vaksin ini, terutama pada anak berusia 2-5 tahun karena dapat meningkatkann risiko dengue berat.

Meskipun telah diuji keamanan dan efektivitasnya,  di beberapa negara vaksin dengue justru dihentikan sementara untuk peninjauan ulang. Hal ini karena WHO mengungkapkan bahwa vaksin dengue akan efektif untuk anak yang pernah mengalami DBD, sedangkan jika belum pernah mengalami DBD ada dugaan justru malah akan memperparah.

Menurut Sanofi, anak yang sebelumnya pernah mengalami DBD, kemudian dilakukan pemberian vaksin, ini dapat mencegah terjadinya infeksi yang berulang. Tetapi, untuk anak yang belum pernah mengalami DBD, saat ia mengalami DBD risikonya justru lebih tinggi dengan kasus yang lebih berat dan parah.

Meskipun demikian masyarakat diharapkan untuk tidak panik karena pemerintah sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.