Aktivitas bisa terganggu jika badan terasa lemas, pegel-pegel, dan linu. Salah satu cara tradisional yang sering dipilih untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut adalah kerokan.

Kerokan menjadi salah satu terapi alternatif tradisional yang sering digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Terapi ini menggunakan alat khusus atau koin yang digosokkan pada permukaan kulit. Namun, apakah kerokan memiliki manfaat secara medis atau justru berbahaya? Simak ulasannya berikut ini!

Pengaruh Kerokan

Kerokan dipercaya dapat meringankan keluhan pegal, lemas, dan linu, caranya dengan menggosokkan koin atau alat pengerok khusus dengan tepi tumpul, ke permukaan kulit yang sebelumnya telah diolesi minyak pijat. Koin atau alat yang digosokkan tersebut akan membentuk garis-garis atau bintik-bintik kemerahan di kulit yang biasanya hilang setelah 2-4 hari.

Gesekan dari koin atau alat-alat tersebut sebenarnya melukai atau memecahkan pembuluh darah yang berada di bawah kulit, sehingga memunculkan garis-garis kemerahan yang secara medis disebut petechiae atau ekimosis.

Secara tradisional, kerokan dipercaya dapat melancarkan aliran darah atau energi, serta mengurangi peradangan yang diyakini menjadi sumber rasa nyeri dan pegal. Teknik ini juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit lebih cepat. Koin dapat digosokkan pada area punggung, bokong, lengan, dan kaki.

Manfaat Kerokan Secara Medis

Beberapa penelitian menduga bahwa kerokan menghasilkan efek antinyeri, antiradang, dan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh. Namun, penelitian ilmiah yang meneliti manfaat kerokan dari sisi medis tersebut masih sangat terbatas.

Berikut ini adalah beberapa manfaat kerokan yang sudah ditelaah secara medis:

1. Meredakan sakit kepala dan migrain

Anda yang mengalami sakit kepala atau migrain yang tidak kunjung membaik dengan obat-obatan, kerokan mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk meredakannya. Kerokan diduga dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh, sehingga bisa membantu meringankan rasa sakit pada kepala.

2. Meringankan nyeri leher

Kerokan juga dapat mengurangi nyeri pada leher yang berlangsung lama (kronis). Suatu penelitian menunjukkan bahwa kerokan dapat meringankan nyeri di leher, meskipun efeknya berlangsung cukup singkat.

3. Mengurangi pembengkakan payudara

Ibu menyusui mungkin pernah mengalami payudara yang membengkak dan nyeri karena produksi susu yang meningkat. Keluhan ini tentu akan menyulitkan proses menyusui. Suatu penelitian menunjukkan bahwa kerokan dapat mengurangi pembengkakan payudara pada ibu yang baru melahirkan, sehingga menyusui menjadi lebih mudah.

4. Mengurangi nyeri punggung bawah

Menurut suatu penelitian, kerokan dapat mengurangi keparahan nyeri punggung bawah, serta memudahkan penderitanya kembali beraktivitas. Namun, efektivitas dan keamanan kerokan ini masih belum diketahui pada nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh cedera, saraf terjepit, kelainan bentuk tulang belakang, penyempitan tulang belakang, penyakit rematik, serta tumor atau kanker.

5. Mengatasi sindrom perimenopause

Perimenopause adalah waktu sebelum menopause. Kadar hormon estrogen dalam darah akan berubah selama perimenopause ini, sehingga dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti mudah berkeringat, wajah menjadi merah (hot flashes), menstruasi tidak teratur, nyeri otot dan tulang, mudah lelah, susah tidur, vagina kering, serta sering merasa cemas.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kerokan yang dipadukan dengan pengobatan konvensional akan lebih ampuh dalam mengatasi sindrom perimenopause dibandingkan terapi konvensional saja.

Perlu di ingat bahwa kerokan sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti:

  • Gangguan pembekuan darah;
  • Diabetes;
  • Daya tahan tubuh lemah;
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Kerokan juga sebaiknya dilakukan oleh pemijat atau praktisi akupunktur yang memiliki kompetensi untuk terapi ini. Hal tersebut berguna untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, kebersihan alat untuk mengerok juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi infeksi pada kulit. Jika setelah kerokan, muncul masalah pada kulit, seperti rasa perih, bekas kerokan tidak kunjung hilang, atau infeksi, sebaiknya segera konsultasi dan periksakan diri Anda ke dokter.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai rekam medis digital dengan download Gratis E-Book Di sini!