Wanita yang sedang haid atau menstruasi tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah yang membutuhkan kondisi suci seperti salat atau puasa. Wanita dibebaskan dari ibadah tersebut, namun wanita harus tetap membayar puasa di bulan lain setelah Hari Raya Idul fitri berakhir.

Sejak kecil mungkin kita sudah diajarkan kalau wanita yang sedang haid tidak boleh berpuasa. Namun, tahukah Anda mengapa puasa dilarang untuk wanita haid? Adakah alasan medis yang mendasarinya? Berikut ulasannya.

Wanita yang sedang haid dalam ajaran Islam memang dilarang untuk melakukan puasa, karena dianggap sedang kotor sehingga tidak diperkenankan untuk salat dan puasa. Jika saat puasa wanita mendadak mengeluarkan darah dari vagina, maka puasanya akan dianggap batal. Puasa tidak diperkenankan sampai haid selesai dalam waktu 3-7 hari.

Bagi umat muslim, apa yang ada di Alquran memang tidak bisa ditolak lagi, termasuk larangan berpuasa untuk wanita yang sedang haid. Namun, adakah alasan lain yang mendasarinya?

Berikut ini adalah beberapa alasan medis mengapa wanita haid tidak boleh berpuasa:

1. Mengeluarkan banyak darah

Wanita yang sedang haid akan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Darah ini berasal dari peluruhan dinding rahim yang sebelumnya telah menebal. Perdarahan biasanya sangat deras atau banyak di hari pertama dan akan berangsur berkurang pada hari berikutnya hingga selesai. Darah yang banyak keluar ini akan menyebabkan tubuh wanita menjadi lemas dan lesu, bahkan beberapa wanita bisa mengalami anemia dan tekanan darah rendah. Jika pada kondisi ini wanita diwajibkan untuk puasa, maka kondisi fisiknya tidak akan mampu mengatasi.

2. Sering sakit di area perut

Sebelum haid wanita bisa mengalami kram di area perut, bahkan beberapa wanita bisa mengalami rasa sakit yang cukup besar dan bisa membuat semakin lemas hingga pingsan. Kondisi ini biasanya akan berlanjut saat wanita mengalami menstruasi selama satu minggu. Rasa sakit yang dialami wanita biasanya berada di perut bagian bawah, seperti sedang ditusuk-tusuk sehingga wanita sering kali tidak nyaman saat beraktivitas.

3. Mengalami migrain

Berdasarkan penelitian, wanita yang sedang haid atau menstruasi akan mengalami migrain yang cukup parah. Kondisi ini dialami sekitar 70% wanita dengan usia yang berbeda-beda. Jika wanita puasa dan mengalami dehidrasi, maka sakit kepala sebelah akan semakin parah, sehingga membutuhkan obat pereda nyeri agar bisa beraktivitas kembali.

4. Mudah terinfeksi penyakit

Kondisi tubuh wanita akan menurun saat sedang haid atau menstruasi. Daya tahannya akan turun sehingga mudah sekali terserang penyakit seperti flu atau infeksi di sekitar vagina. Wanita rentan sekali mengalami infeksi ragi yang dapat menyebabkan rasa gatal. Selain itu, ada kemungkinan juga terjadi infeksi berlebih dan memicu munculnya keputihan.

5. Sakit di bagian tubuh lainnya

Wanita yang sedang haid juga akan mengalami penurunan hormon estrogen. Kondisi ini menyebabkan wanita lebih sensitif dengan rasa sakit, sehingga sering lelah, terasa nyeri di punggung, dan gangguan lainnya yang menyebabkan rasa nyeri. Wanita yang tidak tahan dengan kondisi tersebut biasanya disarankan untuk mengonsumsi pereda nyeri.