Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi penyakit yang harus diwaspadai. Hal tersebut dikarenakan setiap tahun kasus DBD masih saja tinggi, bahkan hingga menelan banyak korban jiwa. Lalu, apa sebenarnya DBD? Mengapa terdengar begitu berbahaya?

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Nyamuk yang biasanya membawa virus ini masuk ke dalam tubuh ialah nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kasus infeksi demam berdarah tersebut terjadi setiap tahun yang bisa mengenai siapapun dan usia berapapun, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Penyakit ini banyak ditemui di area tropis dan subtropis selama musim hujan dan setelah musim hujan

Karena bahayanya ini, ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai DBD. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, yuk kenali mana saja fakta maupun mitos yang benar mengenai DBD!

1. Manusia akan terinfeksi setelah digigit nyamuk.

Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena faktanya virus demam berdarah hanya ditularkan dari nyamuk Aedes aegypti betina, dan akan menularkan virus setelah menggigit manusia yang telah terinfeksi sebelumnya. Orang yang terinfeksi tidak dapat menularkan virus secara  langsung pada orang lain. Ini artinya perlu peran dari nyamuk Aedes aegypti betina untuk memindahkan virus tersebut lewat gigitan.

2. Demam berdarah dengue (DBD) hanya terjadi sekali.

Hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar, karena terdapat empat serotipe yang berbeda dari virus demam berdarah yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Memang benar saat seseorang terinfeksi salah satu virus dan telah diobati, maka akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap serotipe tersebut. Namun tidak berlaku pada tiga serotipe lainnya. Ada kemungkinan seseorang akan mengalami sebanyak empat kali DBD dalam hidupnya, dan biasanya saat seseorang terserang untuk kedua atau ketiga kalinya, ada kemungkinan penyakit DBD yang terjadi lebih berat.

3. Waspada saat demam turun

Penyakit DBD memang terdiri dari beberapa fase, mulai dari pra-infeksi, fase demam hingga fase kritis atau penyembuhan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk, seseorang biasanya akan mengalami demam hingga 40°C, dan disertai dengan sakit kepala parah dan nyeri otot. Ketika demam tersebut menurun, apabila masuk fase kritis akan terjadi gangguan tekanan darah dan tanda vital lain. Namun, bila tanda-tanda menunjukkan baik, artinya DBD telah memasuki fase penyembuhan.

4. Harus dirawat di rumah sakit

Hal ini juga tidak sepenuhnya benar, DBD pada beberapa kasus tidak terlalu berat, sehingga bisa dirawat di rumah. Penderita DBD harus segera dilarikan dan dirawat di rumah sakit saat mengalami gejala berikut ini:

  • Suhu tubuh menurun dan badan lemas;
  • Nafsu makan menurun;
  • Mual dan muntah terus menerus;
  • Nyeri perut hebat;
  • Mimisan yang sulit berhenti;
  • Feses berwarna hitam;
  • Muntah darah;
  • Pucat;
  • Telapak kaki dan tangan dingin.

Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut, karena DBD yang tidak segera ditangani bisa menjadi kondisi yang membahayakan nyawa. Agar terhindar dari nyamuk penyebar virus DBD, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan menghindari genangan air.