Saat berpuasa timbul banyak pertanyaan seputar hal-hal yang membatalkan puasa selain dari makan dan minum, salah satunya adalah muntah. Apabila saat menjalani puasa tiba-tiba muntah, apakah puasanya batal? Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah muntah saat puasa? Simak ulasannya!

Rasa mual dan ingin muntah biasanya disebabkan karena masalah pencernaan dan salah makan saat sahur, seperti kebanyakan mengonsumsi makan makanan berminyak saat sahur, atau langsung tidur setelah makan sahur.

Muntah dapat dikatakan membatalkan puasa apabila muntah dilakukan secara sengaja, misalnya dengan mencolok tenggorokan menggunakan tangan hingga muncul rasa mual dan akhirnya muntah. Sedangkan untuk muntah yang tidak disengaja, dalam artian lain tiba-tiba merasa mual dan akhirnya muntah, maka puasanya tidak batal.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang terlanjur muntah tanpa disengaja bisa melanjutkan puasanya hingga matahari terbenam. Sebab, makanan yang keluar melalui mulut tanpa disengaja itu tidak membatalkan puasa. Namun, apabila seseorang dengan sengaja menelan kembali muntahannya maka puasanya dianggap batal.

Adapun untuk kasus seseorang yang hendak muntah dan makanan yang ada di dalam perut sudah bergerak naik, namun tidak sempat keluar dan berhenti di pangkal tenggorokan, maka hal tersebut dianggap tidak membatalkan puasa, sehingga dapat melanjutkan puasa hingga matahari terbenam.

Cara mencegah muntah saat puasa

Salah satu cara mencegah muntah saat puasa adalah mengatur pola makan ketika sahur dan berbuka. Beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang saat sahur;
  2. Hindari makanan berlemak dan pedas;
  3. Kunyah makanan secara perlahan;
  4. Konsumsi makanan yang tidak mengandung kaya rasa, misalnya biskuit atau roti tawar;
  5. Minum 1 gelas teh jahe setelah 30 menit makan sahur.