Semua umat muslim tentu ingin menjalani puasa di bulan Ramadan sesempurna mungkin. Hal ini juga dirasakan oleh pasien dengan penyakit kronis, seperti penyakit ginjal. Tidak sedikit pasien penyakit kronis tetap ingin menjalani puasa satu bulan penuh. Lalu, bolehkah pasien tersebut melakukan puasa? Apa saja yang harus diperhatikan jika pasien ingin berpuasa?

Puasa pada penderita penyakit ginjal kronis sebenarnya masih menjadi perdebatan, diperbolehkan menjalani puasa atau tidak. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan pada pasien dengan bermacam-macam jenis penyakit ginjal kronis, menyatakan bahwa tidak berbahaya jika melakukan puasa di bulan Ramadan.

Puasa pada beberapa pasien penyakit ginjal kronis justru dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pengobatan yang sedang dijalaninya. Hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang melibatkan pasien yang menderita batu kandung kemih, transplantasi ginjal, serta beberapa penyakit ginjal lainnya.

Jadi, apakah pasien penyakit ginjal kronis boleh puasa?

Tidak semua pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal diperbolehkan berpuasa, tergantung pada kondisi fisiknya masing-masing. Pasien penyakit ginjal yang mengalami masalah seperti poliuria, kadar gula darah tidak terkendali, tekanan darah selalu tinggi, mengalami infeksi hingga komplikasi fungsi jantung, sebaiknya tidak melakukan puasa terlebih dahulu, karena bisa saja memperburuk kondisinya.

Sedangkan pasien yang kondisinya stabil serta tidak memiliki komplikasi lain, dapat dipertimbangkan untuk menjalani puasa. Namun, pasien dan pihak keluarga tentunya harus berdiskusi terlebih dahulu dengan tim medis yang menangani kasusnya.

Apa yang harus diperhatikan jika pasien penyakit ginjal kronis ingin berpuasa?

Pasien dapat menjalani puasa jika memiliki kondisi fisik yang kuat dan stabil, serta perlu pertimbangan dan izin dari dokter yang menanganinya. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasien penyakit ginjal kronis selama menjalani ibadah puasa yaitu:

  • Tetap konsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter ketika sahur dan berbuka.
  • Hindari konsumsi makanan yang mengandung kalium dan fosfor tinggi saat berbuka, seperti gorengan, teh, soda, kopi, dan keju.
  • Penuhi cairan tubuh dengan perbanyak minum saat berbuka dan sahur. Pasien dianjurkan dalam satu hari untuk minum air sekitar 1-2 liter untuk menghindari dehidrasi.
  • Air minum yang baik dikonsumsi pasien dengan penyakit ginjal kronis adalah air mineral.
  • Hindari konsumsi minuman yang dapat memberatkan kerja ginjal, seperti kopi dan teh.
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter setidaknya setiap 1-2 minggu, selama bulan puasa.
  • Jika muncul gejala seperti bengkak di beberapa bagian tubuh, pusing, susah bernapas, serta kelelahan, maka pasien harus segera membatalkan puasanya dan langsung periksa ke dokter.