Obat generik merupakan obat yang sudah habis masa patennya dan dipasarkan menggunakan nama zat aktif dari obat yang sudah tidak diproteksi atau disebut dengan obat paten.

Obat generik menurut Permenkes No.089/Menkes/Per/1/1989 adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya, produk obat generiknya disebut Obat Generik Berlogo (OGB), yaitu obat jadi dengan nama generik yang diedarkan dengan mencantumkan logo khusus pada penandaannya. Obat paten adalah obat yang baru ditemukan dari riset dan memiliki masa paten yang tergantung jenis obatnya.

Anggapan bahwa obat generik mempunyai mutu lebih rendah daripada obat paten menyebabkan konsumen lebih memilih obat paten dibanding obat generik. Selain itu, seringkali dokter juga memberikan resep obat paten kepada pasien, padahal harga obat paten lebih mahal dari obat generik, sehingga bagi pasien yang tidak mampu sering membeli setengah obat resep dokter. Hal ini sangat berbahaya, terutama bila obat tersebut adalah antibiotik, jika di minum tidak sampai habis dapat mengakibatkan kuman dalam tubuh pasien menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut.

Sangat diperlukan peningkatan pemahaman dan kepercayaan masyarakat bahwa obat generik memiliki kualitas, keamanan dan efektivitas yang sama dengan obat paten. Banyaknya penelitian dan kajian tentang obat generik akan meningkatkan pengetahuan, sehingga obat generik tidak diragukan lagi.