Seseorang dapat dikatakan sebagai dokter gigi umum jika dirinya telah mengikuti pendidikan S-1 (sarjana) dan jenjang profesi. Mahasiswa kedokteran gigi menyebut jenjang sarjana ini sebagai masa preklinik, yang umumnya ditempuh kira-kira selama 3,5 tahun. Ditahap ini, mereka hanya akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi.

Sedangkan jenjang profesi disebut sebagai masa klinik atau koas (magang di rumah sakit). Masa ini rata-rata ditempuh selama 1,5-2 tahun, dan barulah mereka mendapatkan gelar dokter gigi. Dengan kata lain, untuk menjadi seorang dokter gigi seseorang rata-rata membutuhkan waktu selama 5-6 tahun.

Tugas utama dokter gigi umum

Dokter gigi umum sudah pasti dokter yang dilatih khusus dalam hal perawatan gigi. Dokter gigi umum ini memiliki peran yang amat penting untuk memastikan perawatan gigi dan mulut yang aman dan efektif. Sebab, prosedur rutin yang terlihat biasa-biasa saja, seperti pencabutan, tambal, dan pemerian anestesi, bisa menyebabkan komplikasi bila tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang ditimbulkan bisa berupa perdarahan, nyeri, hematoma, hingga kerusakan saraf sementara, atau bahkan permanen. 

Tugas utama dokter gigi umum, yaitu:

  • Memberikan saran dan instruksi mengenai cara-cara merawat gigi, gusi, dan mulut.
  • Mendiagnosis dan mengobati keluhan pada gigi, gusi, dan bagian mulut.
  • Memantau pertumbuhan dan perkembangan gigi dan gusi.
  • Menafsirkan hasil pemeriksaan tes sinar X dan diagnostik. 

Dokter gigi umum dalam praktik biasanya akan dibantu dengan asisten. Oleh karena itu, tim ahli perawatan tidak cuma mencakup dokter gigi saja, melainkan ada juga perawat gigi (dental hygienist), teknisi gigi, dan ahli terapi gigi. 

Keluhan gigi yang membutuhkan dokter gigi

Membuat jadwal kunjungan ke dokter gigi untuk cek kesehatan gigi termasuk dalam agenda penting, karena pemeriksaan gigi rutin minimal 6 bulan sekali. Cek gigi secara rutin ini memungkinkan pendeteksian masalah gigi dan gusi dalam tahap awal. Hal ini berarti jika terindikasi, misalnya gigi muncul lubang kecil, dokter gigi bisa segera melakukan penambalan agar gigi tidak sampai mengalami pengeroposan.

Berikut ini adalah gejala yang memerlukan penanganan dokter gigi:

1. Rasa nyeri

Keluhan yang satu ini sering menjadi pertanda bahwa gigi berlubang atau infeksi, dan terjadi pembengkakan. Segera temui dokter gigi bila rasa nyeri disertai dengan demam dan peradangan, apalagi disertai dengan nanah dan cairan yang muncul pada daerah gigi yang sakit.

2. Mengalami peradangan

Segera temui dokter gigi bila gusi mengalami peradangan. Hal ini bertujuan agar mendapatkan penanganan dan saran yang tepat. Peradangan pada gusi ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi, pembengkakan gusi, dan pembengkakan gigi.

3. Nyeri rahang

Anda juga harus menemui dokter gigi bila mengalami nyeri rahang. Dokter gigi umum akan memutuskan, apakah kondisi ini bisa ditangani, atau merujuk ke spesialis di bidang mulut dan maxillofacial untuk melihat ada atau tidaknya penurunan fungsi atau pembengkakan.

Segera hubungi dokter gigi apabila Anda merasakan keluhan-keluhan di atas. Penanganan yang tepat bisa meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai rekam medis digital dengan download Gratis E-Book Di Sini!