Sakit gigi adalah kondisi di mana timbulnya rasa nyeri di dalam atau sekitar gigi dan rahang. Anda yang sakit gigi biasanya akan mengeluhkan gejala seperti gatal, ngilu dan nyeri yang berdenyut-denyut. Nyeri tersebut ada yang terasa terus menerus sepanjang hari atau muncul dan hilang secara berulang-ulang. Nyeri sakit gigi dapat memburuk ketika terkena bermacam-macam rangsangan, biasanya ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin.

Nyeri pada gigi dapat Anda atasi dengan pemberian obat-obatan pereda nyeri atau analgesik (ibuprofen, paracetamol,atau aspirin. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak usia di bawah 16 tahun. Namun selain obat-obatan, banyak juga orang yang menggunakan cara tradisional untuk mengatasinya. Beberapa cara tersebut dapat dilakukan sendiri di rumah seperti:

  • Berkumur dengan air hangat.
  • Membersihkan plak dan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi (dental floss).
  • Berkumur dengan air garam.
  • Oleskan minyak cengkeh pada bagian yang sakit.
  • Oleskan obat antiseptik yang mengandung benzocaine di gigi atau gusi yang sakit.
  • Apabila sakit gigi disebabkan oleh trauma pada gigi, maka kompres pipi dengan air dingin.
  • Kurangi asupan makanan dan minuman dengan gula tambahan.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi setidaknya 2 kali dalam sehari

Anda diharuskan secepatnya ke dokter apabila nyeri lebih dari dua hari, sulit menelan, sulit bernapas, terasa sakit ketika membuka mulut, kemudian nyeri yang disertai dengan demam, nyeri telinga dan gejala infeksi seperti mengeluarkan bau busuk.

Pencegahan sakit gigi

Bagi Anda yang tidak mengalami rasa nyeri di gigi ini bisa melakukan pencegahan untuk mengantisipasi, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Lakukan pemeriksaan gigi ke dokter setidaknya setahun 2 kali.
  • Mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis.
  • Sikat gigi Anda dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi ber-fluoride.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss).
  • Berhenti atau mengurangi merokok, karena kebiasaan merokok juga dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut.