Beberapa minggu yang lalu, di medsos sempat ramai karena kasus anak yang mengalami peradangan usus. Hal tersebut dikaitkan dengan kerupuk kenyal dalam seblak dan kebersihan makanan yang kurang terjaga. Benarkah demikian? Ini penjelasannya!

Seblak memang menggunakan bahan dasar kerupuk yang terbuat dari tepung tapioka. Kerupuk yang menjadi bahan dasar seblak ini tidak digoreng, melainkan dimasak dengan air hingga teksturnya menjadi kenyal. Namun anggapan bahwa kerupuk tersebut tidak dapat dicerna dan dapat menyebabkan infeksi pada usus ternyata tidak tepat. Kerupuk kenyal ini tetap dapat dicerna oleh usus sama seperti makanan lainnya.

Sebenarnya, bukan kerupuknya yang menjadi masalah, melainkan rasa pedas dari seblak itu sendiri. Pedas merupakan salah satu unsur yang dapat menyebabkan iritasi usus, dan akhirnya memicu infeksi usus seperti gastritis (radang lambung), kolitis (radang usus besar) atau radang usus buntu.

Peradangan usus buntu kebanyakan juga disebabkan oleh imunitas yang menurun. Menurunnya imunitas ini bisa disebabkan oleh banyak hal, baik karena faktor kelelahan sampai kontaminasi bakteri dalam makanan yang masuk ke dalam saluran cerna. Oleh karena itu, kasus peradangan usus buntu juga dikaitkan dengan faktor higenis. Makanan yang tidak bersih akan menyebabkan infeksi pada usus, karena telah terkontaminasi bakteri yang bisa memicu infeksi akut pada usus.

Bagi Anda penggemar seblak, sebaiknya hindari penggunaan cabai yang berlebihan dan tetap memperhatikan kebersihan makanan. Bila Anda penderita maag, sebaiknya jangan makan seblak dalam kondisi perut kosong agar tidak mengalami nyeri ulu hati. Pastikan juga untuk mengonsumsi air putih lebih banyak setelah mengonsumsi seblak, agar tingkat keasaman di dalam lambung bisa menurun.