Puasa memang wajib untuk umat islam, namun bagaimana jika saat berpuasa tiba-tiba sakit dan harus disuntik? Apakah suntik tersebut membatalkan puasa? Berikut ulasannya

Ternyata batal atau tidaknya menjalani suntik saat puasa tergantung pada jenis suntikannya. Lalu, apa saja suntikan yang bisa membatalkan puasa?

Berikut ini adalah beberapa jenis suntikan:

  1. Suntikan melalui kulit. Suntikan melalui kulit ini termasuk jenis suntikan yang tidak membatalkan puasa, karena tidak ada saluran khusus ke organ pencernaan atau tidak menimbulkan energi dan tidak mengenyangkan.
  2. Suntikan melalui otot. Suntikan melalui otot sama seperti suntikan melalui kulit, yaitu tidak membatalkan puasa karena suntikan ini tidak menimbulkan energi dan tidak mengenyangkan.
  3. Suntikan melalui pembuluh darah. Suntikan ini ada yang membatalkan puasa dan ada juga yang tidak, tergantung pada tipenya. Suntikan melalui pembuluh darah yang mengandung bahan makanan seperti suntik vitamin C atau suntik nutrisi (infus) akan membatalkan puasa, karena dinilai seperti makan atau minum. Sedangkan, suntikan yang tidak mengandung bahan makanan seperti suntik obat anti nyeri atau antihistamin tidak membatalkan dan tidak memengaruhi puasa. Namun, jika memungkinkan, sebaiknya suntikan ini dilakukan di malam hari sebagai bentuk kehati-hatian ketika puasa.

Oleh karena itu, jika Anda melakukan suntik selama puasa, pastikan bahwa tidak melakukan suntik yang mengandung bahan yang dapat menambah energi. Namun, jika memang Anda diharuskan menjalani suntik infus untuk kesehatan, maka jangan paksakan untuk tidak menggunakannya.