Diabetes dapat meningkatkan angka kematian di suatu negara, apabila tidak ditanggulangi dengan tepat. Bahkan diabetes sudah menjadi salah satu penyakit kronis dengan angka kematian terbesar di Indonesia. Sehingga tidak heran jika pengobatan diabetes turut dimasukkan ke dalam program BPJS sebagai upaya dari pemerintah untuk mengendalikan keganasan penyakit tersebut di Indonesia. Lalu, apa saja yang dibiayai BPJS untuk diabetes? Simak ulasannya berikut ini!

Sesuai dengan Permenkes No 28 tahun 2014, BPJS menanggung semua penyakit. Hal ini artinya termasuk penyakit diabetes. Pembiayaan pengobatan penyakit pembunuh utama, salah satunya adalah diabetes akan ditanggung seluruhnya oleh BPJS. Semua pembiayaan untuk pengobatan diabetes di Indonesia akan gratis jika Anda resmi terdaftar sebagai peserta BPJS dan mengikuti aturan klaim yang berlaku. Ini termasuk resep obat diabetes harian, pembelian insulin dan isi ulangnya, rawat inap di rumah sakit, hingga kelas senam diabetes dan edukasi gizi untuk mengatur pola makan yang ada di wilayah Faskes Anda.

Obat diabetes yang ditanggung oleh BPJS

Obat diabetes yang harus diminum seumur hidup dan obat-obatan prediabetes akan ditanggung oleh BPJS. Akan tetapi, fasilitas ini terbatas untuk obat-obatan jenis tertentu. Obat diabetes yang dibiayai adalah obat yang ada dalam daftar Formularium Nasional (Fornas). Fornas ini menjadi acuan dalam pemberian obat untuk peserta BPJS. Obat yang masuk ke dalam Fornas adalah obat-obatan yang paling berkhasiat, aman, dan harga terjangkau.

Jika Anda menggunakan obat di luar daftar fornas, maka Anda harus membayarnya sendiri. Namun biaya lainnya di luar obat tersebut , seperti biaya konsultasi ke dokter, tetap akan dibayarkan BPJS. Di dalam Fornas juga terdapat jumlah obat maksimal yang dapat diresepkan, contohnya adalah obat diabetes metformin 850 mg bisa diberikan maksimal 60 tablet per bulan. Hal ini artinya jika dalam sebulan obat metformin yang diberikan lebih dari jumlah tersebut, maka Anda yang akan harus membayar sisa kelebihan harga obat tersebut.

Prosedur pemeriksaan diabetes dengan BPJS

Tahapan pemeriksaannya akan sama seperti pemeriksaan penyakit pada umumnya. Pertama, Anda harus pergi dulu ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dasar. Setelah itu, jika faskes 1 menilai kondisi Anda perlu ditangani lebih lanjut, maka Anda akan dibuatkan surat rujukan untuk berobat ke faskes tingkat 2, dan begitu seterusnya. Jika masa pakai surat rujukan Anda sudah kedaluwarsa tapi Anda masih perlu lanjut berobat, maka Anda tinggal mengulangnya lagi dari langkah pertama yaitu pergi ke faskes 1 untuk memperbarui surat rujukan. Pastikan bahwa iuran BPJS Anda tidak menunggak agar birokrasinya berjalan dengan lancar saat berobat.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai bisnis klinik, kerja sama klinik dengan BPJS, serta beberapa tips lainnya dengan download Gratis E-Book Di Sini!