Puasa adalah salah satu kewajiban bagi umat beragama islam, dan pada prinsipnya islam memberikan keringanan kepada setiap pemeluknya, dalam hal ini yaitu ibu hamil dan menyusui yang dibolehkan untuk tidak berpuasa mengingat manfaat dan mudharat pada janin atau bayinya. Sebagai gantinya bisa mengganti puasa ramadan di lain waktu. Meskipun islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui, namun ada baiknya jika tetap mencoba berpuasa dengan berbagai pertimbangan. 

Dari segi kesehatan, berpuasa sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi jumlah ASI yang dihasilkan. Kualitas ASI juga tidak terlalu jauh berbeda meskipun ibu menyusui tidak makan dan minum selama beberapa jam. Tubuh mempunyai kemampuan adaptasi yang baik dengan mencarikan sumber energi lain, misalnya kalori dan lemak dari tubuh itu sendiri, ketika asupan nutrisi ibu berkurang karena berpuasa.

Beberapa tips bagi ibu menyusui yang ingin menjalankan puasa, yaitu:

  • Perhatikan usia bayi. Jika ibu menyusui ingin menjalankan puasa, disarankan usia bayi lebih dari 6 bulan, karena bayi sudah dapat menerima asupan nutrisi selain ASI. Sehingga bayi tidak terlalu bergantung pada ASI. Namun bila bayi kurang dari 6 bulan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Selama berpuasa, penting sekali untuk tetap memenuhi cairan tubuh. Perbanyak minum air putih bisa dilakukan mulai dari berbuka hingga sebelum waktu subuh. Usahakan yang dikonsumsi air hangat agar ASI makin lancar. Bisa juga dengan menambahkan minuman lain seperti jus ataupun susu. Hindari konsumsi kafein, seperti teh dan kopi selama berpuasa.
  • Makanan yang bernutrisi tinggi. Penuhi kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka agar tahan berpuasa. Nutrisi tersebut yaitu karbohidrat, protein, dan lemak, serta imbangi dengan buah dan sayur agar pencernaan tetap terjaga. Perbanyak juga konsumsi kacang-kacangan.
  • Minum suplemen pelancar kuantitas dan peningkat kualitas ASI. Bagi ibu yang menyusui sambil berpuasa, dianjurkan untuk minum suplemen pelancar kuantitas ASI, agar ASI tetap lancar. Selain kuantitas, yang terpenting adalah kualitas agar bayi mendapat nutrisi yang cukup.
  • Stok ASI dengan pumping. Produksi ASI pada siang hari biasanya akan menurun sehingga bayi menjadi rewel. Ibu bisa memberikan ASI yang sudah diperah di malam hari. Oleh karena itu, perlu stok ASI untuk berjaga jaga jika ASI tidak lancar.
  • Istirahat. Kuantitias ASI tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, namun juga dipengaruhi oleh faktor stres. Istirahat yang cukup dapat mengurangi tingkat stres yang akan berujung pada produksi ASI. Istirahat di sini tidak hanya tidur saja, melainkan bisa bermain dengan bayi, menonton TV, atau kegiatan apapun yang membuat senang.

Apabila ketika berpuasa Anda merasakan pusing berlebihan, dehidrasi, pandangan mulai kabur, hingga sensasi akan pingsan, maka segera batalkan puasa Anda. Apabila setelah makan dan minum keluhan masih menetap maka jangan tunda lagi untuk segera periksakan diri ke dokter.