Persiapan pernikahan ternyata bukan hanya soal gedung dan gaun, tetapi para calon pengantin juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi sebelum menikah. Vaksinasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit yang mungkin muncul setelah pernikahan. Oleh karena itu, para calon pengantin perlu mengetahui jenis vaksin apa saja yang disarankan sebelum menikah.

Berikut ini adalah 5 jenis vaksin yang disarankan sebelum Anda menikah dan memiliki anak:

1. DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dan TT (Tetanus Toxoid)

Pemerintah Indonesia mewajibkan calon pengantin wanita untuk vaksinasi TT. Namun bila telah melakukah vaksinasi DPT sebelumnya, Anda tidak perlu lagi melakukan vaksinasi TT. Hal ini karena pada vaksin DPT sudah mencakupi pencegahan tiga penyakit, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

Vaksin DPT dan TT ini dapat diberikan sebelum menikah atau kepada wanita yang akan dan sedang hamil. Anda disarankan untuk melakukan vaksinasi ulang (booster) DPT setiap 10 tahun sekali.

2. HPV (Human Papillomavirus)

Virus HPV bisa menyebabkan sejumlah penyakit, termasuk kanker serviks. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dan hubungan seksual. Oleh karena itu, vaksin HPV idealnya diberikan kepada wanita yang belum melakukan hubungan intim atau sebelum menikah. Pria juga dianjurkan melakukan vaksinasi ini untuk mencegah tertular virus HPV dari pasangannya.

3. MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Vaksinasi MMR juga dianjurkan sebelum menikah, karena dapat membantu mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubela. Hal ini sangat penting, terutama bagi Anda yang ingin segera memiliki momongan. Bila salah satu penyakit tersebut terjadi pada wanita hamil, maka bisa mengalami keguguran atau janin lahir dalam kondisi cacat. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena bisa berbahaya bagi janinnya. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk melakukan vaksinasi ini adalah sebelum merencanakan kehamilan. Setelah divaksin, Anda dan pasangan juga perlu mencegah kehamilan selama 3 bulan.

4. Cacar air (varisela)

Terkena cacar air saat hamil dapat meningkatkan risiko janin dalam kondisi cacat. Namun, vaksinasi cacar air saat hamil tidak disarankan. Tentu saja Anda dianjurkan untuk melakukan vaksinasi ini sebelum menikah. Vaksin ini juga lebih diutamakan bagi Anda yang berusia di bawah 30 tahun dan belum pernah menderita cacar air. Bila ragu dengan riwayat vaksinasi yang pernah Anda lakukan, vaksin cacar ini boleh diberikan kembali.

5. Hepatitis B

Vaksin hepatitis B ini memang termasuk dalam imunisasi dasar pada bayi baru lahir hingga usia lima tahun. Namun meski begitu, Anda tetap disarankan melakukan vaksinasi hepatitis B sebelum menikah sebagai upaya pencegahan. Vaksinasi ini perlu dilakukan karena hepatitis B bisa menyebar melalui hubungan intim dan pemakaian barang pribadi secara bersama, seperti sikat gigi dan pisau cukur. Selain itu, hepatitis B juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi saat proses persalinan.

Bagi para calon pengantin sebaiknya menjadikan vaksinasi sebagai salah satu persiapan pernikahan, karena vaksinasi dapat mencegah penyakit yang mungkin muncul di kemudian hari. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan vaksinasi sebelum menikah.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai rekam medis digital dengan download Gratis E-Book Di sini!