Selama puasa di bulan Ramadan, setiap muslim harus menahan haus dan lapar sejak sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam. Meskipun demikian, salah satu yang diharamkan untuk dilakukan saat puasa adalah berhubungan seks di siang hari. Hal tersebut boleh dilakukan ketika sudah melewati waktu berbuka puasa hingga sebelum masuk waktu imsak. Apabila dilakukan pada siang hari, maka dapat membatalkan puasa.

Waktu ideal untuk melakukan seks saat puasa

Setiap pasangan dapat berhubungan seks saat puasa dalam rentang waktu berbuka hingga imsak. Namun, waktu yang paling tepat adalah pada malam hari, yaitu sekitar jam 9 atau 10 malam, karena pada waktu tersebut ibadah puasa sudah tidak lagi dilakukan. Selain itu, jam-jam tersebut adalah saat tubuh mengolah makanan yang telah dimakan, sehingga dengan berhubungan seks pada waktu tersebut, tubuh juga mengeluarkan lemak-lemak yang bertumpuk pada tubuh melalui keringat. Hal ini berarti mengurangi zat yang tidak menyehatkan untuk menumpuk.

Melakukan hubungan seks pada jam tersebut juga tidak membuat pasangan kekurangan tidur, sehingga bisa tetap bugar saat bangun sahur. Saat melakukan hubungan tersebut, tubuh akan kelelahan, sehingga bisa langsung tertidur setelahnya.

Anda dan pasangan harus tetap menjaga asupan gizi yang masuk ke tubuh agar tubuh tidak kekurangan gizi, sehingga aktivitas yang dilakukan esok hari tidak terbengkalai. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah jangan lupa untuk mandi wajib setelah berhubungan seks sebelum imsak, agar tidak terlambat dan tetap dapat menjalankan puasa.

Manfaat berhubungan seks

Hubungan seks yang dilakukan tentu memiliki manfaat tersendiri dan yang terpenting tidak membatalkan ibadah yang sedang Anda lakukan. Beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari berhubungan seks, yaitu:

  • Mengurangi stres. Berhubungan seks dapat membantu Anda untuk rileks, serta mengalihkan pikiran dari kekhawatiran dan kecemasan sehari-hari. Hal tersebut karena selama berhubungan intim, tubuh Anda melepaskan endorfin dan oksitosin, di mana hormon-hormon perasa ini akan menciptakan perasaan rileks dan keintiman, serta membantu mencegah kegelisahan dan depresi.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh. Orang yang rutin melakukan seks akan memiliki tubuh yang lebih kebal terhadap kuman, virus, dan zat-zat yang merugikan lainnya. Berhubungan seks dapat meningkatkan antibodi, sehingga seseorang akan menjadi lebih sehat.
  • Meningkatkan kontrol kandung kemih wanita. Orang yang melakukan seks dengan sehat dapat membuat dasar panggul wanita lebih kuat, sehingga terhindar dari inkontinensia, yang dapat memengaruhi sekitar 30% dari seluruh wanita. Hal ini dapat melatih otot-otot dasar panggul, sehingga lebih sehat. Ketika orgasme, kontraksi pada otot akan membuatnya menjadi lebih kuat.