Menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa adalah hal yang penting. Hal ini tentunya dapat dilakukan dengan olahraga. Manfaat yang diperoleh dari olahraga saat berpuasa sebenarnya tidak berbeda jauh ketika sedang tidak berpuasa. Olahraga tersebut bisa mengurangi berat badan, memperbaiki jam biologis pada tubuh, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan produksi hormon pertumbuhan, dan mencegah depresi. Meskipun manfaatnya berlimpah, melakukan olahraga saat berpuasa juga ada ketentuannya untuk menghindari kelelahan, dehidrasi, atau bahkan pingsan. Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk berolahraga di bulan puasa? Simak ulasannya!

Berikut ini adalah persiapan olahraga di bulan puasa yang bisa Anda lakukan.

1. Membuat rencana waku olahraga

Anda bisa membuat rencana terlebih dahulu sebelum mulai olahraga, seperti menetapkan kapan waktu yang tepat untuk berolahraga. Menurut seorang ahli gizi di Kanada, Anar Allidina, meskipun melelahkan, penting untuk menyediakan waktu berolahraga. Allidina juga memberikan beberapa alternatif waktu pelaksanaan olahraga selama bulan puasa. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga selama bulan puasa adalah sebelum matahari terbenam atau menjelang waktu berbuka. Hal tersebut karena pada waktu ini, tubuh akan membakar kalori sebagai energi dan setelahnya Anda bisa kembali mengembalikan energi dari makanan berbuka.

Anda juga bisa melakukan olahraga satu jam setelah makan atau setelah berbuka, karena beberapa makanan sudah dicerna dan Anda memiliki lebih banyak energi untuk lebih bersemangat berolahraga. Sebaiknya hindari olahraga pada tengah hari atau siang hari, karena akan menguras tenaga dan tubuh tidak mampu mengisi bahan bakar. Bila memang ingin melakukan olahraga pada waktu tersebut, maka pilihlah jenis olahraga intensitas rendah selama 20-30 menit saja.

2. Tentukan pilihan makanan dan minuman

Asupan makanan dan kecukupan cairan sangat penting selama bulan puasa, apalagi jika Anda berolahraga. Saat sahur, Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya protein dan serat dengan kandungan karbohidrat dan lemak yang seimbang, misalnya daging, telur, kacang-kacangan, kentang, susu rendah lemak, dan gandum. Makanan ini akan membuat Anda kenyang lebih lama dan memiliki energi untuk berolahraga.

Kecukupan asupan cairan dapat mencegah terjadinya dehidrasi. Asupan cairan ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi air putih atau tambahan air mengandung ion dan buah atau sayur yang mengandung banyak air. Hindari mengonsumsi makanan yang diolah dengan menggunakan banyak minyak, banyak garam, atau minuman yang mengandung kafein yang bisa membuat Anda lebih mudah haus.

Jika Anda berolahraga menjelang berbuka, Anda bisa menyiapkan minuman manis dan snack praktis yang siap dilahap saat waktu berbuka tiba. Pilihla snack yang efektif menekan rasa lapar Anda hingga waktu makan kemudian.

3. Istirahat yang cukup

Perubahan yang terjadi di bulan Ramadan, terutama siklus bangun dan tidur akan mempengaruhi jam biologi tubuh. Oleh karena itu, dengan melakukan olahraga saat puasa dapat memperbaiki jam biologis tubuh. Jangan sampai Anda kekurangan waktu untuk beristirahat yang membuat tubuh Anda menjadi lemah. Pastikan Anda tidur paling tidak 7 jam setiap hari, meskipun harus bangun pagi untuk menyiapkan dan menyantap sahur. Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter, terutama jika Anda memiliki kondisi tertentu. Dokter akan membantu Anda menyusun rencana olahraga dan pemilihan jenis olahraga yang aman dilakukan saat puasa, yang tentunya akan disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.